Kesehatan Mulut Hewan Peliharaan

Kesehatan Mulut Hewan Peliharaan

Kesehatan Mulut Hewan Peliharaan – Menjaga hewan piaraan ialah sebuah komitmen dan tidak sekedar hanya memberikan minum dan makan.

Selain itu juga kesehatan mereka poin utama yang perlu kita perhatikan. Diantaranya ialah kesehatan mulut dan gigi.

Kesehatan Mulut Hewan Peliharaan Mempengaruhi Kebugarannya

Kesehatan gigi dan mulut pada hewan piaran seperti anjing dan kucing yang tidak dijaga secara baik dapat mempunyai potensi memunculkan penyakit yang lebih serius, bahkan juga dapat mempengaruhi keadaan kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Kenali Gejala Radang Sendi

Berikut ini ada 7 hal sekitar penyakit gigi dan Kesehatan Mulut Hewan Peliharaan Mempengaruhi Kebugarannya pada anjing dan kucing. Apa sajakah? Silahkan kita baca!

  1. Umumnya penyakit gigi dan mulut diketemukan pada umur tiga tahun

Dikutip American Animal Hospital Association, lakukan pengujian permasalahan gigi dan mulut pada hewan piaraan ialah poin utama yang seharusnya dilaksanakan semenjak dini. Berawal dari plak, bila didiamkan terus-terusan plak yang melekat pada gigi menjadi teror serius.

Menyanggaknya plak dapat menyebabkan infeksi yang bisa menebar bukan hanya pada akar gigi tapi juga ke semua badan. Umumnya kasus penyakit gigi dan mulut memang diketemukan pada umur tiga tahun, tetapi bukan bermakna kita dapat abai di beberapa tahun awal. Tidakkah menahan lebih bagus dibanding menyembuhkan?

  1. Umur, ras, dan makanan mempengaruhi permasalahan kesehatan gigi dan mulut pada anjing dan kucing

Anjing dengan ras badan yang kecil misalkan, mempunyai tulang rahang yang kecil dan menyebabkan gigi gigi amburadul atau berlebihan. Hal sama berlaku pada kucing.

Sebuah riset yang diterbitkan pada Indonesia Medicus Veterinus tahun 2016 mengatakan jika dari 30 anjing yang dikasih konsumsi makanan kering, 24 salah satunya mempunyai karang gigi.

  1. Gingivitis dan Periodontitis ialah penyakit gigi dan mulut yang umum terjadi pada anjing dan kucing

Penyakit gigi dan mulut adalah penyakit yang sering terjadi pada kucing dan anjing. Dikutip American Veterinary Medical Association, perubahan penyakit gigi dan mulut diawali pada step 0 (normal) sampai step 4 (parah). Di step 1, kita dapat menyaksikan ada tartar yang melapis gigi dan gusi yang lebam dan merah.

Step seterusnya gusi nampak makin membesar dan peluang ada akar gigi yang raib. Di step 3, raibnya akar gigi makin parah. Dan di step 4 keadaan makin kronis, dimulai dari tartar yang makin menimbun, penyusutan susunan gusi, kerusakan gigi, dan pelapukan tulang gigi.

Gingivitis dan periodontitis jadi penyakit gigi dan mulut yang biasa pada kucing dan anjing. Merilis Cornell University College of Veterinary Medicine, gingivitis terjadi saat gusi alami jika peradangan yang diikuti dengan gusi warna merah dan lebam, dan berasa sakit.

Bila tidak selekasnya diatasi, gingivitis bisa berkembang jadi periodontitis. Di step ini, jaringan yang menempel pada gigi dapat remuk karena bakteri dapat mengakibatkan gigi tanggal atau renggang. Dikutip MSD Veterinary Manual, kasus periodontitis seringkali terjadi pada anjing dan kucing pada ras tertentu.

  1. Berbau mulut yang menusuk ialah tanda ada permasalahan di Mulut

Pemicu permasalahan pada mulut anjing itu biasanya terkait dengan kesehatan gigi. Beberapa pemicu kemungkinan tidak beresiko, seperti anjing barusan mengonsumsi kotoran. Tetapi, keadaan ini dapat disebabkan karena keadaan kesehatan yang serius.

Walau demikian, ras anjing yang lebih kecil, piaraan yang telah berusia tua, dan tipe anjing yang mempunyai moncong pendek lebih rawan alami berbau mulut. Tetapi, anjing yang sehat semestinya tidak keluarkan napas yang bau. Oleh karena itu, kamu harus tahu segalanya sebagai pemicu napas anjing jadi berbau, yang biasanya terkait dengan kesehatan mulut yang penyakit tertentu dan buruk. Di bawah ini beberapa pemicunya:

  • Masalah Kebersihan Mulut dan Penyakit Periodontal

Pemicu umum yang mengakibatkan anjing keluarkan berbau napas tidak sedap ialah kebersihan mulut yang buruk atau masalah berkaitan periodontal. Seperti manusia, hewan piaraan dapat alami penimbunan plak dan karang gigi yang mengakibatkan bakteri lebih gampang berkembang biak dalam mulut. Bila anjing jarang-jarang dibikin bersih giginya, karena itu ada penimbunan plak pemicu berbau mulut lebih tinggi.

Dengan begitu jumlahnya penimbunan plak dan karang gigi, gusi bisa tergerak menjauhi gigi, hingga buka tempat baru untuk bakteri untuk berkembang. Ini bukan hanya memunculkan masalah pada gusi, tapi juga membuat gigi berlubang, infeksi, kerusakan jaringan, sampai pembangunan nanah dalam mulut. Semua permasalahan tersebut yang menyebabkan berbau mulut anjing jadi benar-benar buruk.

  • Konsumsi Suatu hal yang Kotor

Anjing menjadi hewan yang menjijikkan karena rutinitas buruk dari konsumsi suatu hal yang kotor, hingga memunculkan berbau mulut. Saat seekor anjing yang gampang masuk-keluar rumah bisa bermain di tempat sampah atau makan sisa-sisa hewan yang sudah membusuk. Disamping itu, anjing suka juga untuk makan kotoran kucing yang susah ditelan oleh hewan itu. Bahkan juga, bisa anjing piaraanmu mengonsumsi kotorannya sendiri yang mengakibatkan berbau napasnya jadi busuk.

  • Diabetes

Kecuali berbau napas anjing yang tidak lezat, kamu harus juga waspada bila wewangian yang keluar manis atau wangi. Saat tanda-tanda itu terjadi, peluang pemicunya ialah tanda-tanda diabetes. Keadaan itu bisa memunculkan permasalahan yang serius, tapi bisa diobati. Bila dibetulkan menderita diabetes, sebaiknya untuk menentukannya seringkali minum dan buang air kecil, dan teratur untuk periksakan hewan piaraanmu itu.

Saat ini kamu mengerti banyak hal yang bisa mengakibatkan napas anjing jadi berbau tidak sedap. Pemantauan yang ketat dan pengecekan teratur ke dokter hewan perlu dilaksanakan untuk pastikan dianya masih sehat. Tiap pemilik hewan piaraan tentu ingin anjingnya panjang usia hingga terus temani setiap harinya supaya lebih cantik.

  1. Pemicu permasalahan gigi dan mulut pada anjing dan kucing tidak cuma plak

Penyakit gigi dan mulut seperti gingivitis dan periodontitis berawal dari plak. Tetapi, bukan hanya plak sebagai pemicu permasalahan gigi dan mulut pada kucing dan anjing.

Dikutip American Veterinary Medical Association, gigi patah atau tanggal, abses atau infeksi gigi, kista atau tumor mulut, gigi amburadul, tulang rahang yang patah, dan ada abnormalitas langit-langit mulut (palate defect) bisa juga jadi penyebabnya.

  1. Oral Squamus Cell Carcinoma (SCC), kanker mulut yang umum terjadi pada kucing

Dikutip University of Florida Small Animal Hospital College of Veterinary Medicine, Squamus Cell Carcinoma (SCC) terhitung kanker garang yang tumbuh pada tulang lidah atau rahang. Pada step awalnya, tumor sering tidak teridentifikasi karena posisinya yang susah dicapai oleh penglihatan mata, seperti pada bawah lidah atau mulut sisi belakang.

Tanda-tanda yang diakibatkan dari penyakit ini diantaranya air liur yang menetes terlalu berlebih, berbau mulut, susah kunyah, keluarnya darah dari mulut, dan pengurangan berat tubuh. SCC mempunyai tingkat keinginan hidup sampai satu tahun kurang dari 10%.

  1. Oral papillomas ialah tumor jinak yang umumnya terjadi pada anak anjing

Dikutip VCA Animal Hospital, oral papillomas (disebutkan kutil atau wart) adalah tipe tumor jinak yang umumnya terjadi pada anak anjing. Oral papillomas terdiri atas fibropapillomas dan papillomas. Ke-2 tumor ini disebabkan karena virus namanya paillomaviruses yang serang susunan epitel kerongkongan dan mulut.

Papillomaviruses mempunyai periode inkubasi sepanjang sebulan dan bisa pulih sendirinya bila anjing yang terserang mempunyai keadaan badan yang sehat dan mekanisme imun yang baik. Periode pengobatan memerlukan waktu sepanjang 2-3 bulan.

Meskipun dapat raib sendirinya, tetapi penyakit ini dapat tampil kembali. Karena itu, perlakuan operasi dianjurkan untuk pastikan jika massa itu ialah kutil (wart) atau jika diketemukan ada infeksi atau pendarahan.

Ketahui jumlahnya penyakit yang dapat diakibatkan pada gigi dan mulut, penting buat mereka yang mempunyai hewan piaraan untuk memperhatikan dan mempertahankan kesehatan gigi dan mulut hewan piarannya, karena jaga lebih bagus dibanding mengobati. Yok, menjaga kesehatan gigi dan mulut hewan piaraan kita!