Kenali Gejala Meningitis Kritokokus

Kenali Gejala Meningitis Kritokokus ialah infeksi yang mengakibatkan selaput di seputar otak dan sumsum tulang belakang (meninges).

Meningitis disebutkan dengan radang selaput otak. Gejala-gejala umum dari meningitis ialah sakit di kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk).

Kenali Gejala hingga Pengobatan Meningitis Kritokokus yang Mematikan!

Penyakit ini tersering disebabkan karena infeksi virus, tetapi juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur atau parasit.

Radang selaput otak karena virus condong tidak beresiko dibanding yang disebabkan karena bakteri. Walau demikian, beberapa kasus yang lain bisa memberikan ancaman jiwa.

Baca Juga: Dampak Kekurangan Vitamin E

Meningitis kriptokokus sendiri ialah tipe meningitis yang disebabkan karena jamur Cryptococcus. Ada dua tipe jamur yang bisa mengakibatkan meningitis kriptokokus, yakni Cryptococcus neoformans (C. neoformans) dan Cryptococcus gattii (C. gattii).

Penyakit ini jarang-jarang serang orang sehat biasanya, tapi akan seringkali berkenaan beberapa orang dengan mekanisme ketahanan tubuh yang kurang kuat karena keadaan klinis tertentu.

Di bawah ini ialah keterangan sekitar pemicu, tanda-tanda, factor resiko, analisis, dan penyembuhan meningitis kriptokokus.

Tanda-tanda Meningitis Kriptokokus

Cryptococcus ialah tipe jamur yang kerap diketemukan di kotoran burung atau di tanah. Sama seperti yang sudah disentil awalnya, meningitis kriptokokus jarang-jarang serang orang sehat.

Tetapi, penyakit ini rawan serang beberapa orang dengan imun yang kurang kuat karena keadaan klinis tertentu, seperti HIV, AIDS, atau sirosis.

Study dalam British Medical Bulletin tahun 2004 mengutarakan, seputar 10 sampai 30 % orang dengan meningitis kriptokokus berkaitan HIV wafat karena penyakit itu.

Kenali Gejala dan tanda penyakit Meningitis Kritokokus kerap berkembang secara setahap sesudah terkena jamur. Dimulai dari sekian hari sampai beberapa minggu. Tanda-tanda yang bisa diperlihatkan berbentuk:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Halusinasi
  • Kebingungan
  • Leher alami kekakuan
  • Peka berlebihan pada sinar
  • Penglihatan kabur
  • Perubahan personalitas

Perlu dicurigai, bila meningitis kriptokokus tidak selekasnya memperoleh penyembuhan dan perawatan yang pas, tanda-tandanya dapat lebih buruk. Pasien dapat alami masalah pendengaran, timbulnya cairan di otak, sampai koma.

Penyebab dan Kenali Gejala Meningitis Kritokokus

Cryptococcus neoformans ialah jamur yang mengakibatkan penyakit ini. Jamur ini umumnya banyak diketemukan dalam tanah.

Bila Anda secara tidak menyengaja mengisap jamur itu, paru-paru Anda akan terkena. Infeksi bisa raib sendirinya, diam pada paru-paru, atau menebar ke semua badan.

Tetapi, biasanya jamur Cryptococcus neoformans tidak beresiko bila terisap oleh orang dengan keadaan kesehatan yang sehat keseluruhannya. Mengisap jamu C. neoformans dapat beresiko memberikan ancaman nyawa ke orang dengan mekanisme imun kurang kuat, misalkan orang dengan HIV/AIDS.

Factor Resiko Meningitis Kriptokokus

Kasus meningitis kriptokokus termasuk relatif jarang ada ke orang sehat. Sementara, orang yang lebih beresiko meningkatkan penyakit ini kerap kali alami keadaan klinis tertentu misalnya:

  • HIV
  • AIDS
  • Sirosis
  • Diabetes
  • Leukemia

Meningitis kriptokokus paling kemungkinan terjadi ke orang dalam jumlah sel CD4 atau sel-T rendah. Sel CD4 atau sel-T adalah tipe limfosit atau sel darah putih yang berperanan penting pada mekanisme ketahanan tubuh.

Orang dengan HIV/AIDS kerap kali mempunyai jumlah CD4 rendah, hingga memungkinkan meningkatkan meningitis kriptokokus.

Analisis dan Kenali Gejala Meningitis Kritokokus Meningitis Kriptokokus

Dokter Anda akan lakukan pengecekan fisik untuk pastikan apa Anda menanggung derita CM. Dokter akan akan cari tanda-tanda yang berkaitan dengan penyakit ini dengan lakukan pengecekan fisik dan mengeruk kisah kesehatan Anda.

Bila dokter curigai Anda menanggung derita CM, mereka akan lakukan pengecekan pungsi lumbal. Proses ini mempunyai tujuan untuk mengecek cairan serebrospinal yang ada di tulang belakang Anda.

Proses ini dilaksanakan dengan menempatkan Anda tiduran miring dengan lutut dekat ke dada, selanjutnya dokter Anda akan bersihkan tempat di atas tulang belakang Anda, dan mereka akan memberi obat bius. Selanjutnya Dokter Anda akan masukkan jarum dan ambil contoh cairan tulang belakang Anda.

Laboratorium akan mengetes cairan ini untuk ketahui apa Anda menanggung derita CM. Dokter Anda kemungkinan akan lakukan pengecekan darah Anda untuk menyaksikan apa ada pertanda infeksi pada pengecekan darah komplet Anda.

Beberapa test klinis yang penting Anda turuti hingga dokter memperoleh hasil analisis meningitis yang lebih tentu, salah satunya ialah:

  • Tes darah untuk menganalisa perubahan infeksi bakteri pemicu infeksi di selaput otak.
  • Pencitraan CT atau MRI pada otak untuk ketahui letak infeksi dan bengkak. Rontgen dada (X-ray) atau CT-Scan dapat dibutuhkan untuk mengetahui infeksi di paru-paru yang berkaitan dengan radang selaput otak.
  • Pungsi lumbal untuk ambil contoh cairan tulang belakang (serebrospinal). Penyakit meningitis dalam hasil test ini diperlihatkan dengan kenaikan sel darah putih dan protein dan rendahnya kandungan gula pada contoh serebrospinal.
  • Polymerase Chain Reaction (PCR) atau test anti-bodi lewat rapid tes untuk cari keadaan yang diduga disebabkan karena virus.

Penyembuhan dan Perawatan Meningitis Kriptokokus

Sesudah analisis ditegakkan, seterusnya yaitu memutuskan tipe penyembuhan dan perawatan yang pas untuk pasien. Dokter umumnya akan memberi resep obat antijamur. Obat antijamur yang biasa dipakai mencakup:

  • Flukonazol
  • Itrakonazol
  • Flusitosin
  • Amfoterisin B

Sering dokter memakai gabungan obat flukonazol dan amfoterisin B. Ke-2 nya bisa diberi secara intravena atau infus dalam waktu tertentu.

Di saat proses penyembuhan, pasien harus terus diawasi ingat ke-2 obat itu bisa memunculkan efek serius, diantaranya kerusakan ginjal.

Dokter kemungkinan memberi rekonsilasi beberapa obat sesudah pasien dipastikan tidak memperlihatkan pertanda meningitis kriptokokus pada pengecekan cairan tulang belakang. Ini diterapkan untuk kurangi resiko permasalahan ginjal.

Menurut Pusat Pengaturan dan Penjagaan Penyakit Amerika Serikat (CDC), kasus infeksi oleh C. neoformans diprediksi terjadi seputar 0,4 sampai 1,3 per 100.000 orang pada komunitas umum yang sehat tiap tahunnya di negara itu.

Infeksi meningitis kriptokokus condong kumat sesudah penyembuhan dilaksanakan. Karena itu, banyak orang yang pernah terdeteksi penyakit ini akan minum obat antijamur untuk menahan kumat terjadi.

Berikut langkah menahan dan penyembuhan rumahan yang dapat menolong Anda menangani meningitis, sekalian langkah menghindarinya:

  • Memahami keutamaan radang selaput otak karena bakteri. Keadaan ini adalah kondisi genting klinis dan memerlukan perhatian dan perawatan selekasnya.
  • Perbanyak konsumsi cairan dan istirahat.
  • Minum obat apotek tanpa resep (OTC) untuk menurunkan demam dan nyeri badan seperti paracetamol atau ibuprofen.
  • Penting untuk membersihkan tangan untuk menghindar paparan infeksi.
  • Jika Anda sedang hamil, yakinkan cuman konsumsi makanan yang diolah dengan masak.
  • Hindari keju lunak yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi (proses pemanasan untuk memberantas mikroba pada makanan).
  • Mendapatkan vaksin meningitis khususnya untuk Anda yang terhitung barisan yang paling beresiko.

Demikian beberapa bukti klinis sekitar pemicu, tanda-tanda, factor resiko, analisis, dan penyembuhan meningitis kriptokokus. Mudah-mudahan berguna!

Bagaimanakah Cara Menahan Berlangsungnya Meningitis Kriptokokus?

Banyak orang yang alami meningitis kriptokokus mempunyai keadaan fundamental yang lemahkan mekanisme kebal mereka, seperti HIV atau AIDS.

Kasus meningitis kriptokokus ke orang dengan AIDS sudah turun sampai 90% di Amerika Serikat semenjak dikenalkannya therapy antiretroviral atau ART.

Meningitis kriptokokus jarang ada di AS akhir-akhir ini, walau masih CM masih kerap diketemukan di beberapa negara dengan tingkat HIV dan AIDS yang semakin tinggi di mana ART kurang ada.

Infeksi meningitis kriptokokus condong kumat sesudah perawatan. Karenanya, beberapa orang yang menanggung derita penyakit ini akan minum obat antijamur untuk menahan berlangsungnya kekambuhan.